You Are Here : Home News Mengingat Sejarah Kota Jakarta Di Museum Fatahillah

Mengingat Sejarah Kota Jakarta Di Museum Fatahillah

Kalau para pembaca yang budiman ingin tahu lebih banyak sejarah Kota Jakarta (Batavia) zaman dahulu, pembaca dapat berkunjung ke Museum Fatahillah. Dimana museum ini berisikan kolek koleksi sejarah yang Kota Jakarta yang sangat panjang. Jumlah koleksi yang ada pada museum ini mencapai 23.500 koleksi baik yang asli atau dalam bentuk replikanya (tetapi yang diperagakan kepada umum hanya 500 buah sedangkan yang lainnya disimpan dengan baik). Dinisi kita dapat menemukan berbagai peninggalan zaman pra sejarah Kota Jakarta, masa kejayaan pelabuhan Sunda Kelapa, era penjajahan serta masa setelah kemerdekaan. Luas dari musem ini 1.300 meter persegi yang terdiri dari berbagai ruang yang diberi nama sesuai dengan nuansa atau tema koleksi yang ada pada ruangan tersebut. Adapun nama nama ruang tersebut adalah ruang pra Sejarah Jakarta, ruang Tarumanegara, ruang Jayakarta, ruang Fatahillah, ruang Sultan Agung, dan ruang MH Thamrin. Selain itu juga terdapat penjara bawah tanah yang digunakan pada zaman kolonial Belanda.

Museum FatahillahLokasi dari museum ini adalah di Jl. Fatahillah No. 1 Jakarta Barat. Untuk akses ke museum ini bisa menggunakan kedaran sendiri (mobil atau motor), atau bisa juga menggunakan kedaraan umum (trasnJakarta, mikrolet dll). Museum ini mulai dibangun oleh Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen pada tahun 1692 sebagai gedung balai kota. Disamping sebagai gedung balaikota (stadhuis), gedung ini juga digunakan sebagai dewan pengadilan (Raad van Justitie). Pada tahun 1925-1942, Gedung ini sempat difungsikan sebagai Kantor Pemerintahan Propinsi Jawa Barat. Dan pada zaman penjajahan Jepang (1942-1945) gedung ini digunakan sebagai pusat pengumpulan logistik Dai Nippon. Setalah zaman kemerdekaan gedung ini sempat digunakan sebagai Markas Komando Militer Kota (Kodim 0503) Jakarta Barat dari tahun 1952-1968. Dan pada tahun 1968, gedung ini diserahkan kepada pembada DKI dan diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta (yang kita kenal sebagi Museum Fatahillah) pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Gubernur DKI Jakarta waktu itu yaitu Bpk Ali Sadikin. Para pembaca budiman, kenapa museum ini di namakan dengan Museum Fatihillah?. Karena untuk mengenang jasa pahlawan kita yang bernama Fatahillah yang memberi nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1927 (yang mana saat ini setiap tanggal 22 juni menjadi ulang tahun Kota Jakarta)   

MeriamBagi pembaca yang ingin berwisata ke museum ini, jangan kuatir, sudah ada pemandu atau guidenya. Namun jumlah dari guide ini sangat terbatas, maka kami sarankan supaya tidak nyasar dan para pembaca bisa melihat koleksi yang ada dengan benar sesuai urutannya, begitu kita masuk, berbeloklah atau berjalan ke arah kanan dan di sana ada patung yang menggambarkan hukuman gantung pada masa pemerintahan Belanda. Lalu telusuri ruang demi ruangan tersebut satu persatu sambil melihat koleksi koleksi yang ada pada ruang tersebut. Setelah itu kita bisa melihat penjara yang ada di bawah tanah yang terdapat di taman belakang museum tersebut. Di taman tersebut juga terdapat Meriam Sijagur yang panjang 3 m dan beratnya 3.5 ton. Meriam ini melambang kesuburan, dan dibelakang meriam terlihat simbol tangan seorang perempuan. Perlu juga para pembaca ketahui, ada beberapa paket wisata yang ditawarkan yang sangat menarik dan murah meriah bagi yang ingin berwisata ke museum ini. Paket paket tesebut sudah dikemas sesuai dengan ciri khas mereka masing masing, yaitu paket Wisata Kampung Tua, Jelajah Malam Museum, Workshop Sketsa Gedung Tua, Nonton Bareng Film Film Jadul, Pentas Seni Ala Jakarta dan Kunjungan Ala Tentara Indonesia. Semoga informasi ini menambah wawan bagi para pembaca yang budiman.

 

Referensi:

http://www.indonesiakaya.com

https://wikipedia.org

http://www.mfda.web.id

http://kaskus.co.id