You Are Here : Home News Gunung Salak, Gunung Maut Di Dunia Penerbangan

Gunung Salak, Gunung Maut Di Dunia Penerbangan

Gunung Salak adalah gunung berapi yang masih aktif, yang tedapat di Proponsi Jawa Barat, persisnya di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Banyak Orang mengira nama Gunung Salak ini berasal nama buah salak, tetapi sebenarnya berasal dari bahasa sangsekerta yaitu “Salaka” yang berarti “Perak”.

gunung salakPada tahun 2003 Gunung Salak termasuk pada wilayah perluasan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Gunung ini memiliki tiga buah puncak, yaitu Puncak Salak I dengan ketinggian 2.211 meter dari permukaan laut, Puncak Salak II dengan ketinggian 2.180 meter dari permukaan laut, dan ketiga Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 meter dari permukaan laut. Gunung ini juga memiliki beberapa kawah, diantaranya Kawah Ratu, Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup. Medan yang dihadapi pendaki untuk mendaki gunung ini cukup sulit walaupun gunung ini tidak terlalu tinggi. Untuk sampai ke puncak gunung, ada 2 jalur yang biasa ditempuh oleh pendaki, diataranya melalui Curugnangka (berada pada sisi utara gunung) yang akan menuju Puncak Salak II. Sedangkan untuk menuju Puncak Salak I, bisa dari Puncak Salak II (melalui medan yang cukup sulit), atau bisa juga melalui sisi timur gunung, yakni Cimelati, dekat Cicurug, Sukabumi. Karena sulitnya medan, maka waktu yang tepat untuk pendakian gunung ini pada saat musim kemarau. Ada 3 buah curug (air terjun) yang berada pada kawasan gunung ini yang menjadi tempat favorit bagi pendaki, yaitu Curug Seribu (yang ketinggiannya 100 meter), Curug Ngumpet (dengan ketinggian 465 meter), dan Curug Cigamea.

pura gunung salakDi kaki gunung ini, ada sebuah pura (mungkin sebagian kita tidak tahu) peninggalan nenek moyang kita yang beragama Hindu, yaitu Pura Jagatkarta. Pura ini merupakan pura yang terbesar kedua di Indonesia setelah Pura Besakih yang ada di Pulau Bali. Bagian bawah dari kawasan gunung ini merupakan kawasan hutan yang dulunya memang menjadi kawasan hutan produksi yang ditanami oleh Perum Perhutani yang sekarang pengelolaan sudah di serahkan ke Pemda setempat. Fauna yang hidup di habitat ini cukup banyak, diantaranya adalah mamalia, reptile, burung, kodok & katak dll. Diperkirakan ada sekitar 11 jenis kodok & katak hidup di kawasan ini. Sedangkan reptil yang hidup di habitat ini berupa kadal dan ular (ular tangkai, ular ciput, ular sanca kembang, dst). Burung yang ada sekitar kawasan ini ada sekitar 232 jenis burung termasuk burung yang sudah langka yang susah ditemukam di tempat lain seperti elang Jawa dan ayam hutan merah. Hewan mamalia yang ada di gunung ini juga sangat banyak dan termasuk hewan yang sudah langka seperti macan tutul, owa Jawa, surili dan treggiling. Gunung ini di dunia penerbangan dikenal dengan “gunung maut” karena sudah beberapa kali terjadi kecelakaan pesawat yang menelan banyak korban jiwa (seperti Sukhoi Superjet 100, pesawat komersil milik Rusia). Seringnya terjadi kecelakaan pesawat di kawasan ini disebabkan oleh kondisi geologi dan topografi yang penuh lembah tertutup vegetasi,disertai dengan cuaca (terutama turunnya kabut) yang sangat cepat berubah sangat membahayakan penerbangan.  

 

Referensi:

http://www.tentik.com

http://www.tempatwisataid.com

https://wikipedia.org

https://aliyamuafa.wordpress.com

http://warungkopi.okezone.com