You Are Here : Home News Gua Pindul

Gua Pindul

Kali ini tim explorasi wisata Jackhorse melakukan perjalanan liburan setelah hari raya lebaran idul fitri 1437 H atau 2016, perjalanan dilakukan pada tanggal 08 Juli 2016 atau hari ke 3 lebaran. Tujuan liburan dan explorasi wisata kali adalah wisata di daerah kota Semarang, wisata di daerah Kota Solo dan wisata di daerah Jogyakarta. Kami berangkat dari Pamulang Kota Tangerang Selatan pada jam 10.15 Wib dengan rute Jl. Ciputat Raya-Toll Lingkar Luar-Toll Cikampek dan Toll Cipali dan jalur pantura.

Oleh-oleh perjalanan kali ini akan kami bagi dalam beberapa tulisan :

1. Gua Pindul.

Perjalanan kami ke Gua Pindul adalah perjalanan yang tidak sengaja dilakukan. Dalam perjalanan kami dari Kota Pacitan menuju daerah istimewa Jogyakarta kami melewati kabupaten Gunung Kidul. Pada salah satu persimpangan jalan anggota kami melihat papan penunjuk nama wisata Gua Pindul, kami langsung sadar bahwa pernah melihat foto-foto dan ulasannya di internet dan secara spontan kami langsung mengarahkan kenderaan sesuai petunjuk arah yang ada. Ternyata tidak mudah untuk sampai ke tempat tujuan sehingga akhirnya kami menggunakan jasa penunjuk jalan (ojek motor) untuk mengantar kami sampai ke tujuan. Dengan membayar ongkos penunjuk jalan sebesar Rp 20 Ribu akhirnya kami sampai di tempat yang dimaksud.

Ternyata Gua Pindul terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Daerah Gunungkidul adalah daerah dengan kawasan bebatuan (karst). Gua ini memiliki aliran sungai di bawah tanah dengan panjang sekitar 350 m. Air sungai mengalir diantara batu stalagmit dan stalagtit yang mengantung yang sudah berumur ribuan tahun, sedangkan kedalaman air sungai itu sendiri bervariasi dari yang hanya puluhan centimeter sampai belasan meter. Batuan stalagtit yang terbentuk dari batuan mineral sekunder ada yang masih mengalirkan air (hidup) mengantung pada bagian dinding gua kapur, menetes kebawah atau yang jatuh ke permukaan sungai secara perlahan akhirnya membentuk bermacam-macam rupa dari yang oval, berbentuk tabung yang kesemua bentuk tersebut memiliki ujung yang lancit dibawahnya, bahkan ada ujung batuan stalagtit yaang sudah berumur ribuan tahun yang sudah masuk kedalam aliran sungai. Dari informasi yang tim Jackhorse dapatkan bahwa pertumbuhan panjang batu stalagtit hanya sepekian milimeter per tahunnya. Bayangkan bahwa panjang batu stalagtit yang ada bahkan bisa mencapaai sekian belas meter. Keunikan lain yang dapat dijumpai sewaktu mengarungi Gua pindul adalah adanya batu stalagtit yang dikategorikan atau disebut stalagtit mutiara karena memancarkan cahaya sewaktu disinari seperti mutiara, namun jumlah tidak begitu banyak dijumpai.

Cara menyusuri gua ini adalah dengan menggunakan pelampung bekas ban dalam kendaraan yang juga dikenal dengaan istilah cave tubbing.

Sewaktu kita sampai di lokasi wisata ini, sudah disambut oleh beberapa tenaga pemasar operator atau pengelola yang akan medampingi wisatawan apabila hendak menikmati keindahan Gua Pindul. Dengan harga tiket sebesar Rp 80.000. per orang (sedikit lebih mahal dibandingkan hari biasa) atau dengan bisa dengan kombinasi wisata juga menyusuri sungai Kayan maka wisatawan akan dikenakan tiket gabungan sebesar Rp 135.000.- per orang. Setiap pengunjung disesdiakan 1 buah ban pelampung berikut rompi pelampung.

Oh iya, wisata ini baru dibuka pada 10 Oktober 2010, setelah sebelumnya ditelusuri dan diteliti kelayakannya untuk digunakan oleh wisatawan oleh salah satu tim universitas di pulau Jawa. Setelah keluar rekomendasi barulah dibuka untuk umum dan saat ini daerah wisata ini dikelola oleh desa setempat yang melibatkan warga sekitarnya.

Bagian gua dapat dibagi menjadi 3 zona, yaitu terang, remang dan gelap. Sambil duduk diatas pelampung dan saling bergandengan tangan diantara rombongan, kami dipandu oleh pemandu yang sudah berpengalam. Lebar gua sangat bervariasi, bisa mencapai 5 m bahkan pada satu bagian hanya dapat dilalui oleh satu orang dan juga gelap, sehingga kita harus waspada setiap saat.

Terdapat juga celah vertikal yang menembus gua sehingga cahaya matahari masuk diantara celah vertikal tersebut, sangat indah. Pada satu bagian bahkan terdapat celah atau lubah yang lebih besar dan sungainya pun cukup lebar. Sehingga cahaya matahari masuk dari samping menembus gua dan jatuh diatas permukaan air sungai. Saking bagusnya tempat ini pernah digunakan sebagai tempat promosi (iklan) suatu produk dalam negeri.

Aliran air di dalam gua ini berasal dari aliran sungai Gedong Tujuh. Pada suatu bagian di dalam gua bahkan terdapat batu yang landai yang bisa untuk duduk. Konon pernah digunakan sebagai tempat bertapa oleh salah satu tokoh mitology masyarakat setempat (wallahu alam).

Cerita tanpa foto tidak asyiik, berikut adalah oleh-olehnya dari kami tim Jackhorse….selamat menikmati dan juga selamat mengunjungi. Wonderfull Indonesia….